Sorority Row, keisengan berakhir bencana…
Uhhuy, review lagi aaah, kali ini Shin-kun pengen nulis tentang Sorority Row, film thriller besutan sutradara Steward Hendler. Film ini sebenernya merupakan remake dari film berjudul ‘The House Of Sorority Row‘ yang diproduksi pada tahun 1983. Film ini bercerita tentang keisengan yang dilakukan oleh 6 orang cewek seksi terhadap seorang pria yang mengkhianati salah 1 sahabat mereka. Keisengan ini berakibat fatal dan harus dibayar mahal dengan nyawa mereka. Film ini menurut Shin-kun siy termasuk kategori film teenlit, tontonan remaja
, satu genrelah sama I Know What You Did Last Summer nya Jennifer Love Hewitt, ato When a Stranger Calls nya Camilla Belle. Kalo sahabat2 seneng ma film ituh, pasti seneng juga sama yang ini
. Bagaimana review film ini?, silahkeun baca ulasan Shin-kun berikut, hehehe…
Film dibuka dengan adegan ‘pesta gila2an’ di sebuah asrama perempuan bernama Theta Pi. Di pesta ini, kita diperkenalkan dengan para tokoh utama film ini, Si ‘Alim’ Cassidy (Briana Evigan), si ‘Jutek’ Jessica (Leah Pipes), si ‘Asia’ Claire (Jamie Chung), si ‘Kutu Buku’ Ellie (Rumer Willis), the ‘Playgirl’ Megan (Audrina Patridge), dan si ‘Tomboy’ Chugs (Margo Harshman). Mereka ini 6 orang cewek yang membuat sebuah ikatan persahabatan yang mereka namakan ‘Theta Pi Sisters‘, dan telah bersumpah untuk saling mempercayai, melindungi dan menutup rapat rahasia serta solidaritas yang tinggi *ciiieeee…. boljuglah :p*.
Mereka merencanakan untuk ‘mengerjai’ pacar Megan, Garret (Matt O’Leary) yang juga saudara laki2 Chugs, yang telah berselingkuh. Rencana mereka cukup gila, Megan harus bercinta dengan Garret dan berpura-pura mati keracunan untuk menakut-nakuti pacarnya itu. Rencana mereka pada awalnya berhasil, Garret sangat ketakutan karena mengira Megan benar2 mati, para cewek iseng ini kemudian membawa Garret dan ‘mayat’ Megan ke sebuah tambang yang sepi, dan pura2 berencana untuk menghilangkan jejak dengan memotong2 ‘jasad’ Megan. Ketika mereka berpura2 mencari alat untuk memisahkan jasad Megan, Garret yang panik bermaksud ‘membantu’ dengan mengambil alat pembuka ban yang ujungnya tajam dan menusuk Megan dengan brutal, hasilnya bisa ditebak, Megan BENAR2 MATI!… . Theta Pi Sisters pun panik, mereka sempat bertengkar hebat dan melupakan persaudaraan mereka karena egoisme masing2. Jessica yang memang terkenal ’sok cool’ dan judes akhirnya mengambil keputusan untuk membuang jasad Megan ke sebuah sumur tua di situ dan memaksa teman2nya untuk bersumpah menjaga rahasia ini selamanya demi masa depan mereka.

- gadis2 sorority row, seksi kan? :p
Adegan beralih ke sekitar 4 bulan (ato 4 taun yak, Shin-kun lupa :p) kemudian, ketika mereka lulus kuliah. Setelah pidato perpisahan oleh Andy (Julian Morris), calon suami Cassidy, cewek2 asrama Theta Pi berniat menggelar pesta alkohol terakhir setelah pembagian kenang2an oleh induk semang mereka, Mrs. Crenshaw (Carrie Fisher). Di sinilah malapetaka itu dimulai, Theta Pi Sisters menerima sms dari ponsel Megan *wow…* yang mengatakan dia akan balas dendam!. Pada awalnya mereka tidak menanggapinya karena mengira ini ulah iseng Garret. Namun, setelah itu terjadilah pembunuhan2 yang merenggut nyawa gadis2 Theta Pi 1 per 1, dan juga pacar mereka. Diawali dengan Chugs yang dibunuh ketika konsultasi kecanduan alkoholnya, kemudian disusul Mickey, sang playboy pacar Ellie, kemudian Claire. Teror semakin menggila dengan diterimanya MMS berisi video permainan yang berakhir kematian itu, disertai pesan jika tidak segera datang ke tempat pembunuhan, video itu akan segera dikirim ke kantor polisi…
Theta Pi Sisters yang panik segera pergi ke tempat kejadian, di sana mereka bertemu dengan Garret yang segera
mereka labrak karena mengira itu perbuatan gilanya, Garret yang tidak tau apa2 jelas mengelak, karena kalap, Jessica tanpa pikir panjang segera menstater mobilnya dan dengan sadis menabrak Garret, menghabisi nyawanya. Setelah Garret tergeletak bersimbah darah, mereka baru menyadari bahwa Garret menerima MMS yang sama dan dia bukanlah sumber dari semua masalah ini. Mereka semakin ketakutan dan mulai mengira Megan ‘hidup kembali’ untuk balas dendam. Cassidy akhirnya mengusulkan untuk masuk ke sumur tua tempat jasad Megan dikubur dan memastikan apakah Megan masih terbaring di situ, di dalam dia menemukan fakta mengejutkan JASAD MEGAN HILANG!, dan di sumur itu terdapat tulisan dengan darah berbunyi ‘Theta Pi Must Die!‘ (Theta Pi Harus Mati!). Dengan kalut mereka kembali ke asrama dan mendapati asrama yang sepi… . Mereka pun menyisir asrama dan bertemu langsung dengan pembunuh gila itu!, pertempuranpun dimulai… dan… bagaimana ending cerita ini?, siapa sebenarnya sang psikopat itu?… hehehe… mendingan nonton ndiri deh :p, kalo Shin-kun kupas di sini gak seru
, film ini masih tayang di bioskop, dan DVD ori nya pun udah keluar, jadi nyarinya juga gampang, hehehe…
Secara keseluruhan, film ini cukup menarik meski tema yang diangkat cenderung ‘tema umum’. Kalopun ada kekurangan, mungkin adalah dari segi keseksian, kenakalan, dan ke-vulgar-an pesta yang digelar, yang sebenernya sekaligus juga merupakan daya tarik film ini :p. Kepintaran sang sutradara ‘menyamarkan’ tokoh utama sebenarnya dari film ini menjadi salah 1 daya tarik juga, ketika di awal2 film, penonton pasti akan mengira tokoh utama film ini adalah Jessica, padahal sebenernya bukan, tokoh utama sebenernya adalah Cassidy,
, pokoknya nonton aja deh, tar pasti tau :p. Soal akting, menurut Shin-kun cukup baik. Tiap karakter diperankan dengan mantap dan penuh penjiwaan
.
FYI, bagi para pembenci bloody movie dan adegan mengagetkan ala Drag Me To Hell *melirik Sari :p* film ini tidak Shin-kun rekomendasikan, jangan2 malah jantungan, hwahahaha… =)), dan juga tar malah malu2in gara2 tereak2 di bioskop, ihihihi… *melirik Sari lagi…*, tapi bagi para penggemar Thriller, film ini sangat layak tonton, dan juga layak koleksi, Shin-kun kasih two thumbs up and 5 stars buat film ini, heheee…
C U in another post…
aman dulu pertamax Xixixixix…. trz baca.. bis tu komen lagi **kaborrrr**
wow.. mirip banget ama pilem I know what you did last summer ya kak… duh sayang na Tia nga blh nonton pilem yg kyk gini coz nti kumat jantungan na
(
uhuhuh lagi2 nga mpe tuntas reviewnya.. pas lagi seru2 na.. kk sll bilang “bagaimana ending cerita ini?, siapa sebenarnya …” bikin penasaran aja nehhhh *tukz tukz*
request ahhh…. kalo bisa mpe tuntas dunk kak.. yar nga penasaran gini… Tia nga bisa bubuk kalo masi penasaran uhuuhuhhu
ooo… gue pernah ngeliat iklan film ini di HBO
kayaknya seru yah.. tapi dirmah gue HBO udah enggk ada. sial….
waaah cerita pilem lagi neh, hobby juga yaa nonton pilem, apa emang job nya disini yaa Dik.
trims yaa dah berbagi cerita, sukses terus n tetap semangat
bener ya Shinkun? layak tonton ya?
kalo gitu nanti biar aku cari hiahahaha~
meski benci darah dan ga kuat liat darah
tapi aku masih demen sama thriller
huihuihui, pengen pindah aliran dari blogger jadi movie collector hohoho cewe2 dalam pelm nya cakep2 bagi dnkz buat guee yg – ga laku2 uwoo oo oo ku tak laku2 *malah singing* thanks buat keraguan nya xixixi
Wow review yang lumayan lengkap mas…Terima kasih ya.. cuma kurang suka film yang berbau horor dan sadis (bilang aja takut wakakaka)…
hiiiiiiii
ane ogah ah nonton film beginian. Keisengan kan harusnya berakhir fun. Kalo jadi kek gini malay bgt.
@Tia
He?, emang Tia gampang jantungan?… hwaduh hwaduh… gak bisa nonton pilem yang seyem dunks, hehehe… . Iya deh iyaaaa, tar Kk coba akomodir request Tia, hahaha…, kan asyiknya review ya gitu, biar pada nonton soalnya penasaran sama endingnya, hihihi…
@BizNet
Hmmmmm, beli DVDnya aja Sob, dah beredar kok, ori lagi
@Oom Harto
Hehehe, bukan Oom, Shin-kun memang dasarnya movie freak :p, jadi ya suka nulis2 review gitu. Sama2 Oom, makasih supportnya
@Kurara-chan
, ceritanya siy sebenernya ringan, tapi itu juga jadi daya tarik, kita nonton pilem kan buat ngilangin stress kan?, hehehe… btw btw, harusnya di Jakarta DVDnya udah lebih dulu beredar lo
Sip!!!, bener2 layak tonton,
@BelajarCafe
Eits, jangan Sob, mendingan jadi blogger sekaligus movie collector, hahaha… . HUSH!, suaranya pales =)). Hmmmm, jangan salahkan daku meragukanmu *halah*, ya jelas Shin-kun ragulah, postinganmu keren2 gitu, tidak mencerminkan seorang newbie
@Desain Lansekap
Wah, kalo gitu dirimu harus berdiri 1 barisan dengan Sari, hahaha…
@Inez a.k.a Freya
Ya tar gw sampein protes lo ke sutradaranya Nez :p, huehehehe…
bagus nih keknya film nya, pemain nya bahenol demplon semuah..wow dah!
gak berani ah … ntar kebawa mimpi ..
salam sobat
info menarik
wah seru cerita filmnya,,
jadi pingin nonton film Sorority Row,
apalagi bintang filmnya cantik.
aku hanya berfikir …. apa kata dunia jika ke tiga cewek cantik itu menjadi milik ku…hehehehe
sapa ya yg mau ngirimin DVD-nya kemari???penasaran ki…
jadi pengen nonton filmnya neeehh,,,
jd, pengen nnton neh,,,
review film lagi nih tapi ending nya kok ga di jelasin. jadi penasaran pengen nonton nih
kok tau ya klo suara ku fales..palse..pulse..false.. (waduh piye tulis nya yo!?) . Shin-kun selalu menyanjung ku, aku jadi malu
@RifkyMedia
Makanya Shin-kun betah nontonnya Sob, xixixi :p
@Arafuru.com
Eleuh, yang beneerrrr…, daripada mimpi sadisnya mending mimpiin seksinya Sob, ihihihi…
@Mbak Nura
Nontonlah Mbak, seru lho, hehehe, di Al-Jubail Insya ALLAH udah ada :p…
@Bang Willyo
Keep dreaming Bang, Insya ALLAH ada 1 yang nyantol, huahahaha… yang 2 buat Shin-kun, UHHUYY!!! =))
@Wuri
Emang neng Jepang gak ono sing dodol po? :p
@Fadil
Oiiii, lam kenal, hehehe, makasih dah komen balik. Yupz, dirimu harus nonton ini pilem, mantafflah
@Bang Rahmat
Hwaduh, 1 klan sama Tia neh, xixixi, iya deh, tar kalo review lagi Shin-kun kasih gambaran endingnya juga :p. Tapi kan asyik juga to, jadi penasaran dan pengen nonton, hahaha…
@Belajar Cafe
Hehehe, Shin-kun bicara fakta Sob, postinganmu memang keren2 dan informatif, tapi 1 fakta juga, suaramu bener2 PALES!!, hwahahaha…
ajiib, lmyn baca” reviewna dulu sblum nonton..
Review-mu, seperti biasa…kerennn…
Cuma..hmm…kalo liat ceritanya gitu, kayaknya aku ga kuat deh nonton film itu, apalagi ada sumur2 segala, kayak sadako aja hehehe
Aku ga mau teriak2 sndiri di bioskop, isin hwahahaha
Dulu waktu liat Drag Me to Hell aja aku sampe berdiri, bukan standing ovation tapi asli kaget & njerit
*see…betapa noraksnya akuh*
@Sari
. Yupz, udah kuduga kamu kayaknya gak kuat nonton pilem beginian =)), makanya mending nonton di DVD aja, mau bengok2 kan gak ada yang tau xixixi :p. Iyo, untung pas film Drag Me To Hell itu kita gak duduk jejeran, huahahaha…
Hehehe, makasiii makasiii
@Chi
. Oke deh, jadi tar kalo nonton bisa sekalian cocokin, bener gak reviewnya, hehehe…
Haiiii, salam kenal
masuk kategori must watch movie nih..
)
but btw, mo tany pndapat Shin;kun nih, kl compared with “I Know What You did Last Summer” kira2 bagusan mana? kan tema yang diusung persis banget
(kl trnyata mlh dwngrade g jd dwnload dh
@Raxen
Hehehehe… menurut Shin-kun siy film ini lebih bagus dari I Know What You Did Last Summer, selain karena memang karakter2nya yang lebih seksi *Uhhuy… :p*, jalan ceritanya juga lebih kompleks, gak murni bunuh2an, tapi juga ada unsur persahabatan yang ditonjolin. Oya, selain itu, mungkin karena film ini lebih baru yak, jadi special effectnya juga lebih mantafff, hehehe…
mudah2an ada sekuelnya dan yang main skrg grup co2 keren dan boksi
hehehehehe
@Enno
Byuh, boljug tu usulnya, kamu mengagumi co nya, aku melototin ce nya, hehehehe…
“Kalopun ada kekurangan, mungkin adalah dari segi keseksian, kenakalan, dan ke-vulgar-an pesta yang digelar, yang sebenernya sekaligus juga merupakan daya tarik film ini :p” (ya iyalaahh…. daya tarik, soale dirimu kan seneng sama b***i :p). Menurutku film ini bener2 cerita umum bgt, di I Know What U Did Last Summer dah diulang berkali2. Yaa…. tapi lumayanlaaahh.. bloody nya lumayan dapet
@Si Cute a.k.a P-Chan
Huehehe, tau aja dirimuh, hwahahaha… :p. Memang siy, film ini temanya udah ’sangat umum’ dan banyak diangkat oleh para sutradara, meski dengan sajian yang berbeda, at least kita bisa menikmati bloody-nya, juga seksinya, ihihihi…
phonank juga dah nonton nih,,
awalnya sih keren, pas mau ngerjain dengan pura-pura mau mati,, eh malah mati beneran gara-gara dihujam sampai mati.
Tp alur cerita selanjutnya dah bisa phonank tebak… jadinya phonank kurang suka dengan film yang satu ini,, genre dan alur ceritanya dah banyak yg mirip2in
@Bang Phonank
Hehehe, iyo Bang, kan udah Shin-kun bilang, ni crita memang umuuuuuum buuanget, banyak film2 sejenis yang mirip. Tapi kalo buat Shin-kun siy, bloodynya lumayan dapet, dan yang maen seksi2, xixixi…
ni film mengingatkan mia ma film, I know what you did last summer. bedanya korbannya pembunuhan yg ga disengajanya cewek kali ini
wah ternyata ni film gore movie juga yah…
nonton ahh..
klo drag me to hell kykna blum terlalu gore ya..
klo dengan zombieland gimana?
@Mia
Hehehe, bener Mia, Shin-kun juga udah tulis di atas kan?, ni pilem memang mirip banget sama I Know What You Did Last Summer :p
@Sapi
Hmmmm,kalo menurut Shin-kun, Drag Me To Hell itu lebih ke film ‘bikin kaget’, hehehe, tapi okelah. Zombieland itu gore movie juga siy, tapi lebih ke komedi horror kalo menurut Shin-kun
wah saya jadi pengen nonton filmnya setelah ngeliat review anda. suer padahal saya sama sekali gak berminat tadinya… anda sukses. review yang bagus..
blognya bagus nih bro. kalo mau tambah penghasilan lewat blognya pasang iklan CPM aja. Yang ini langsung ngebayar ke rekening paypal tiap bulannya lho.
sebenarnya aq ga terlalu suka nonton film horor, tapi aq lebih suka nonton film barat yg horor ketimbang film horor indonesia yg aneh2 itu.
tapi setelah membaca resensi shin-kun jadi pengen nonton. kalo sekelas i know what you did last summer gapapa lah.
asal jangan kayak orphan atau texas chain saw yang sadis..*cemen ya aq..hehehhe
@Toko DVD
. Tonton aja Sob, di tokomu pasti tersedia kan :p… hihihi
Alhamdulillah, hehehe, Shin-kun seneng kalo tulisan2 Shin-kun bermanfaat
@Darsuna
. Wuih, mending orphan lah daripada texas chainsaw massacre itu. Btw, dirimu gak cemen kok Sis, ada yang lebih parah, sahabat Shin-kun tu, sampe tutupan jaket, hiahahaha…
Hmmmmm, horor Indonesia itu aslinya gak serem Sis, cuma maen kaget2an ajah, hehehe, tapi kita sependapat, filmnya aneh, dan Shin-kun malas nonton :p. Kalo menurut Shin-kun ni, Sorority Row ini masuk thriller Sis
kalo aq sama temen aq cuma saling berpegangan tangan erat, sesekali bersembunyi di balik badan temen…
untung kanan kiri ga ada cowok…
dulu nonton sadako sengaja nontonnya pagi2 supaya ga takut..tapi tetep aja serem..
sebenarnya sih yang bikin serem itu malah efek sound nya, ketimbang aktor/aktrisnya
tapi walau penakut klo nonton film horor, tapi aq seneng loh jadi koas di forensik..hehe.. masuk tipi dan koran terus..heheh